Sore tadi Slawi diguyur hujan, tepat adzan sholat ashar berkumandang. Anak-anak dengan riang berduyun-duyun datang ke masjid sembari menenteng sajadah dan mukena, bersiap sholat ashar berjamaah.
Seringkali rasa malu bertandang. Mereka lebih mudah terpanggil dengan kebaikan dibandingkan kita yang lebih tua, yang seharusnya memberikan teladan.
Bahkan ada kalanya kumandang adzan mereka suarakan, dan dengan sabarnya menanti imam yang datang.
Usai sholat berjamaah, mereka antri berlomba menjadi yang pertama mengaji. Khusus ramadhan ini, mereka mengaji dengan pengeras suara. Tentu saja apa yang mereka baca beragam, ada yang masih a ba ta, ada yang hafalan surat pendek di akhir juz 30, ada pula yang bisa hafalan surat panjang di akhir juz 29.
Mereka dengan riangnya bermain di sela waktu menunggu giliran mengaji. Pulang dari mengaji tak lupa berdoa bersama dan pulang membawa bingkisan snack ringan. Bingkisan snack sebagai santunan dari warga, berisi makanan ringan sehat yang bisa menjadi pelengkap mereka saat berbuka puasa.
Puasa mengajarkan mereka banyak hal, tak hanya bagaimana menahan lapar dan haus saja, tetapi belajar disiplin waktu, antri, jujur, dan pastinya sehat raga dan jiwa.
Doaku, doa kami juga, semoga kalian semangat selalu, Nak. Karena estafet perjuangan kita semua ada di tangan kalian.
Catatan ramadhan hari ke-3.(eas/iakmi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar