Rabu, 05 Agustus 2026

INOVASI HEBAT PUSKESMAS KEDUNGBANTENG

 

INOVASI HEBAT PUSKESMAS KEDUNGBANTENG


Inovasi Keren Gemas Salam, Rumah Pelita, Warmo, SI Rehat Gesit

Kabupaten Tegal – Menjadi sehat bukan hanya tentang berobat saat sakit. Kesehatan dibangun sejak anak masih dalam kandungan, saat balita belajar makan, ketika remaja tumbuh menjadi generasi yang tangguh, hingga memastikan pasien minum obat secara teratur. Berangkat dari semangat itulah, Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Tegal terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang lebih dekat, lebih ramah, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Empat inovasi unggulan yang saat ini menjadi andalan adalah Gemas Salam (Gerakan Memasak Supaya Anak Lahap Makan), Rumah Pelita (Rumah Pemulihan Gizi Balita), Warmo (Warning Minum Obat), serta SI Rehat Gesit (Sistem Informasi Remaja Sehat Generasi Berprestasi dan Tangguh). Keempat inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat dan menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara kreatif, inovatif, dan berorientasi pada solusi.

Gemas Salam, Mengubah Dapur Menjadi Tempat Tumbuh Kembang Anak

Banyak orang tua menghadapi tantangan ketika anak mulai sulit makan. Tidak sedikit yang merasa bingung harus memasak apa agar anak tertarik menyantap makanan bergizi. Melalui Gemas Salam, Puskesmas Kedungbanteng mengajak para orang tua belajar bersama mengolah makanan sehat yang sederhana, bergizi, dan tentunya disukai anak.

Kegiatan ini tidak hanya berisi demonstrasi memasak, tetapi juga edukasi mengenai kebutuhan gizi anak, variasi menu, keamanan pangan, hingga tips mengatasi anak yang mengalami picky eater. Dengan pendekatan yang menyenangkan, orang tua memperoleh bekal pengetahuan sekaligus keterampilan untuk menyajikan makanan sehat setiap hari.

Harapannya, semakin banyak anak yang memiliki status gizi baik sehingga dapat tumbuh sehat, aktif, dan cerdas.

Rumah Pelita, Pendampingan Balita Menuju Gizi Optimal

Balita dengan masalah gizi memerlukan perhatian khusus yang berkelanjutan. Karena itulah Puskesmas Kedungbanteng menghadirkan Rumah Pelita (Rumah Pemulihan Gizi Balita) sebagai wadah pendampingan bagi keluarga yang memiliki balita dengan risiko gizi kurang maupun stunting.

Di Rumah Pelita, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara berkala, edukasi pola makan, konsultasi gizi, hingga pendampingan langsung kepada orang tua mengenai pemberian makan yang sesuai usia anak.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga memberdayakan keluarga agar mampu menerapkan pola hidup sehat secara mandiri. Dengan dukungan tenaga kesehatan, kader, dan keluarga, proses pemulihan gizi menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.

Warmo, Pengingat Sederhana yang Menyelamatkan Kesembuhan

Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat. Sayangnya, masih banyak pasien yang lupa minum obat atau menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Melalui inovasi Warmo (Warning Minum Obat), Puskesmas Kedungbanteng membantu pasien agar tetap patuh menjalani terapi. Sistem pengingat ini menjadi media komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien sehingga kepatuhan minum obat dapat meningkat.

Warmo memberikan manfaat besar terutama bagi pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang. Dengan kepatuhan yang lebih baik, peluang keberhasilan terapi meningkat, komplikasi dapat dicegah, dan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

SI Rehat Gesit, Sahabat Remaja Menuju Generasi Berprestasi

Remaja merupakan aset bangsa yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Masa remaja adalah periode penting untuk membangun karakter, kesehatan fisik, kesehatan mental, serta kemampuan mengambil keputusan yang baik.

Melalui SI Rehat Gesit (Sistem Informasi Remaja Sehat Generasi Berprestasi dan Tangguh), Puskesmas Kedungbanteng menghadirkan pelayanan kesehatan remaja yang lebih modern, mudah diakses, dan ramah bagi generasi muda.

Program ini memberikan edukasi kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, gizi, pencegahan perilaku berisiko, konseling, serta berbagai informasi kesehatan yang dikemas secara menarik. Remaja didorong menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, produktif, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Inovasi yang Dekat dengan Masyarakat

Keempat inovasi tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, lebih humanis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Puskesmas Kedungbanteng percaya bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, sekolah, serta seluruh lapisan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi-inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka masalah gizi, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berprestasi.

Hotline Informasi Inovasi Puskesmas Kedungbanteng

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Gemas Salam, Rumah Pelita, Warmo, maupun SI Rehat Gesit dapat menghubungi:

📍 Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Tegal
Alamat : Jl. Raya Tonggara No.2, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

☎️ Telepon : (0283) 6195690

📧 Email : puskesmas_kedungbanteng@yahoo.com

🌐 Website : https://kedungbanteng-dinkes.tegalkab.go.id/public/home

📘 Facebook : Puskesmas Kedungbanteng

📷 Instagram : @puskesmas_kedungbenteng

🎵 TikTok : @puskesmas_kedungbenteng

Mari bersama wujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkualitas melalui inovasi pelayanan kesehatan Puskesmas Kedungbanteng. Sehat dimulai dari keluarga, tumbuh bersama masyarakat, dan berkelanjutan untuk masa depan Kabupaten Tegal yang lebih baik.

Kamis, 18 Juni 2026

Tegal terus pertahankan status bebas frambusia 



Setelah kabupaten Tegal menerima sertifikat bebas frambusia (patek) pada tahun 2024 langsung dari menteri kesehatan RI, konsekuensi berikutnya adalah bagaimana kita dapat menjaga dan mempertahankan status tersebut. 

Salah satu caranya adalah dengan terus melakukan laporan meskipun tidak ada kasus (zero reporting), dan melakukan pencarian aktif kasus suspek frambusia (koreng yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu) di lapangan. Baik di fasilitas pelayanan kesehatan, desa, sekolah, maupun kunjungan rumah.

Upaya pelaporan, pencarian aktif dan membuktikan tidak adanya kasus frambusia ini setidaknya dilakukan sampai dengan tahun 2030. Untuk itu Dinas Kesehatan melakukan upaya intensif, seperti bimbingan teknis ke puskesmas tentang program dan cara pelaporan, serta memantau absensi laporan penemuan kasus.    

Semoga tidak ada lagi kasus frambusia di Tegal.

Minggu, 24 Agustus 2025

Tanggap darurat bencana krisis air di Tegal, Dinkes distribusikan 13 tangki ke lokasi.

"Sudah sejak bulan Juli sumur warga kering, kini air irigasi sawah juga tidak ada." Ungkap bu Carik ds. Timbangreja saat ditemui Selasa (19/8). Krisis air ini juga melanda desa Lebaksiu Kidul, Danawarih, Lebaksiu Lor, dengan total jiwa terdampak 12.633 (data laporan krisis kesehatan, Dinkes).

Selain kemarau, krisis ini juga merupakan dampak dari proyek nasional revitalisasi bendungan desa Danawarih dan saluran irigasi. Aliran sungai Gung ke saluran tertier menjadi tidak ada sehingga mengakibatkan sumur warga kering.  Untuk minum, warga mengandalkan bantuan donasi, sedangkan untuk mencuci baju, warga harus ke sungai Gung yang jaraknya cukup jauh.

Pemerintah daerah Kabupaten Tegal sudah menetapkan ini sebagai status tanggap darurat sejak 1 Agustus sampai akhir Oktober nanti. Sejak Selasa-Sabtu kemarin Dinas Kesehatan mendistribusikan air bersih sejumlah 13 tangki melalui PMI. Senin (25/8) juga akan didistribusikan donasi galon air layak pakai untuk warga, karena masih banyak yang menggunakan ember besar saat mengantri air bersih.

Ruszaeni, kepala Dinas Kesehatan menghimbau kepada seluruh insan kesehatan, organisasi profesi, instansi kesehatan untuk ikut membantu meringankan warga yang terdampak. "Jangan sampai timbul masalah kesehatan," pungkasnya.

Jumat, 01 Agustus 2025

Apakah Angka Bebas Jentik masih relevan?

Selama ini kita menggunakan Angka Bebas Jentik (ABJ) untuk menggambarkan faktor risiko sebuah daerah dari penyakit Dengue. ABJ dihitung dari persentasi jumlah rumah yang bebas jentik dari seluruh rumah yang diperiksa jentik nyamuknya. Data ini tercatat dan terlaporkan melalui sistem silantor (Sistem Informasi Surveilans dan Vektor) di web silantor.kemkes.go.id. ABJ yang tinggi (target >95%) menggambarkan daerah tersebut aman dari penularan Dengue. 

Perhitungan ABJ di silantor berasal dari hasil kegiatan seperti Penyelidikan Epidemiologi (PE), survei jentik seperti kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB), Gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J), inspeksi sanitasi (IS) rumah/fasilitas umum, kegiatan survei mawas diri (SMD), dsb. Apakah kegiatan tersebut menggunakan sistem sampling yang dapat merepresentasikan kondisi populasi di area tersebut? Belum tentu.  

Jika data diambil dari kegiatan PE kasus Dengue, wajar jika ditemukan banyak jentik Aedes (ABJ rendah). Jika data diambil dari kegiatan PJB/G1R1J, tergantung kapan survei jentiknya. Jika dilakukan sebelum penyuluhan/gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) serempak, wajar jika ditemukan banyak jentik. Apakah survei jentik itu rutin dilakukan seminggu sekali atau hanya sesekali (karena keterbatasan anggaran). Apakah dilakukan pada musim hujan atau kemarau. Semua itu akan mempengaruhi temuan jentik.   

Bagaimana teknik pemilihan sampling areanya? Jika menggunakan probability sampling, seperti pemilihan lokasi survei tanpa kepentingan tertentu, itu fair. Namun faktanya, banyak kegiatan jumantik/PJB/siswantik yang dilakukan sekaligus dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dinipada desa-desa endemis DBD saja. 

Jika data ABJ diperoleh dari kegiatan IS/SMD rumah atau fasum yang kadang dilakukan oleh programer kesling/promkes, kegiatan lintas program seperti ini juga kadang memiliki pemilihan lokus survei atas dasar pertimbangan tertentu (non probability sampling). Seperti siapa pelakunya, bagaimana kondisi tempat, dan kegiatan/perilaku kesehatan masyarakat di area tersebut. Yang akhirnya, tidak semua rumah memiliki peluang yang sama menjadi sampel.

Lalu dari mana idealnya ABJ diperoleh? Teknik sampling yang benar, jawabannya. (bjm/epid) 

Minggu, 27 April 2025

Cacat Kusta Paska Pengobatan

Tidak ada yang tahu pasti seberapa banyak kecacatan kusta setelah selesai pengobatan

Senin, 27 Januari 2025

 Lomba nulis kusta perdoski

Yang hobi nulis 🌱

Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia 2025, Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia (KSMHI) bekerjasama dengan PP PERDOSKI menyelenggarakan

📝Lomba Penulisan Artikel dengan Tema “Peran Masyarakat Dalam Pencegahan dan Penanganan Kusta di Indonesia"

💡Tunjukkan kontribusimu untuk kesehatan masyarakat dan jadikan tulisanmu sebagai inspirasi untuk melawan stigma serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit kusta!

📅Deadline

- Pengumpulan artikel: 30 Januari 2025

- Pengumuman pemenang artikel: 8 Februari 2025

Segera kirimkan artikel terbaikmu sekarang ke email : ksmhi.perdoski@gmail.com dan mendaftar ke https://bit.ly/LombaArtikelKSMHI

#LombaPenulisanArtikel #HariKustaSedunia2025 #KSMHI #Perdoski

📞Informasi lebih lanjut

Narahubung: dr. Adv Sri Dwiyanti, Sp. D.V.E., S.H., FINSDV (0818-0800-0600)

 


Jumat, 09 Februari 2024

Bincang Kesmas #2 | "Tutup Kesenjangan Perawatan Penderita Cancer"


Bincang Kesmas #2

"Tutup Kesenjangan Perawatan Penderita Cancer" Dalam rangka memperingati hari Kanker Sedunia tahun 2024, kami hadirkan narasumber Endang Kusnaeni, pendiri RHB (Rumah Harapan Bundang), satu-satunya perkumpulan pegiat Cancer di Tegal. Tema hari Cancer kali ini menarik, "Close the Care Gap". Memang diakui atau tidak, masih ada kesenjangan perawatan penderita Cancer. Baik kesenjangan terhadap informasi tentang penyakit, bagaimana pencegahan sejak dini, tata laksana, akses ke komunitas, kesenjangan informasi ke pelayanan kesehatan, stigma bahkan sampai kesenjangan motivasi untuk bertahan hidup. Simak dan catat segala informasi penting dalam Bincang Kesmas kali ini, Minggu 11 Februari 2024 jam 10 pagi di Channel Youtube IAKMI KAB TEGAL. Dan, jika ada penderita Cancer di sekitarmu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Rumah Harapan Bundang. Info Donasi Rumah Harapan Bundang, BRI Nomor rekening 066101009915533, konfirmasi: Bu Endang: 085747701571