Rabu, 17 Mei 2023

Jangan Membuang Makanan Yang Rusak


Pernahkah kita menjumpai makanan yang rusak?

Makanan yang rusak jangan langsung dibuang begitu saja, karena kita bisa gunakan makanan yang rusak tersebut sebagai media untuk pembelajaran, khususnya pada anak-anak kita agar mereka lebih waspada dan mudah dalam mengenali makanan yang layak dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Kita bisa kenalkan prinsip sederhana mengenai makanan yang rusak dan tidak layak konsumsi. Beri pemahaman kepada anak agar anak bisa memperhatikan perubahan bentuk, rasa, warna, maupun bau dari makanan yang akan mereka konsumsi. Jika terdapat salah satu saja tanda makanan yang rusak maka makanan itu tidak layak untuk dikonsumsi.

Sampaikan juga kepada anak apa saja akibat yang akan timbul apabila mereka mengonsumsi makanan yang telah rusak. Harapannya, edukasi sederhana pada anak diharapkan bisa menjadi upaya preventif agar kejadian keracunan pada anak tidak terulang kembali. (eas/iakmi)

Minggu, 14 Mei 2023

Syarat dan ketentuan menjadi penulis blog iakmikabtegal.blogspot.com :


Syarat dan ketentuan menjadi penulis blog iakmikabtegal.blogspot.com :

1. Penulis berasal dari profesi/organisasi/aktivis dunia kesehatan.
2. Bersedia sukarela menjadi kontributor artikel rutin.
3. Bersedia dijadwalkan menulis rutin di blog (postingan Rabu & Sabtu).  
4. Bersedia masuk ke group WA "penulis kesehatan" untuk belajar bersama.
4. Tema tulisan adalah tentang kesehatan secara umum. 
5. Tulisan sependek dan sesederhana mungkin, ringan untuk dibaca semua kalangan (berita populer).
6. Bentuk tulisan berupa:
Straight news, promosi sebuah acara kesehatan, ucapan selebrasi momen kesehatan, opini ringan, tips/How to, catatan hati, artikel populer,
7. Maksimal 300 kata, sertakan ilustrasi gambar dalam artikel, sumber bebas.
8. Kirimkan file artikel dan gambar secara terpisah melalui kak Johan (Dinkes: 085640020342)/kak Afiati (RS Suradadi: 081329247333)/kak Tika (Pusk. Kedungbanteng: 0816741493) untuk direview dan diposting.

Jumat, 12 Mei 2023

Kau Bunuh Aku Perlahan Dengan Asap Beracun

 

Berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) perokok dewasa di Indonesia mengalami peningkatan jumlah dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 8,8 juta orang, yaitu dari 60,3 juta pada 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada 2021.

Rokok mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh seperti Karbonmonoksida, Nikotin, Tar, Hidrogensianida, Benzene, Arsenic, Kadmium, Ammonia, Formaldehida, dll. Sebatang rokok mengandung 7.000 bahan kimia dengan 250 zat berbahaya dan 70 zat yang bersifat kasinogenik pemicu kanker. Rokok juga mengakibatkan sakit jantung, stroke, hipertensi, dan menyebabkan keguguran bagi ibu hamil.

Rokok sangatlah berbahaya karena tidak hanya mengganggu kesehatan tetapi juga berakibat pada kematian. Tidak hanya perokok aktif tetapi orang yang berada di lingkungan perokok yang ikut menghirup asap rokok juga dapat berakibat kematian. Berdasarkan data WHO  tahun 2020 ada 8 juta orang meninggal karena merokok (7 juta perokok aktif dan 1,2 juta perokok pasif).  

Di dalam asap rokok mengandung 5.000 senyawa yang berbahaya dan beracun. Penelitian yang dilansir sebuah jurnal kesehatan Amerika pada 2001 menyatakan bahwa dua batang rokok sama dengan 20 kali lipat polusi udara. Udara yang kita hirup sebenarnya hanya mengandung 20,8% Oksigen (gas asam) yang sangat kita butuhkan untuk kelangsungan hidup kita. Selebihnya 79,16% Nitrogen (gas lemas), 3% uap air, dan kurang dari 0,03% CO2 (gas asam arang).

Semakin meningkatnya perokok aktif maka semakin banyak juga perokok pasif yang terpapar asap rokok setiap harinya seperti keluarga, rekan kerja, dll.  Mari berhenti merokok sayangi diri sendiri, kelurga dan orang sekitar dengan berhenti merokok.

Tips berhenti merokok yang bisa diterapkan dengan mengurangi secara berangsur jumlah rokok yang di konsumsi setiap harinya dengan jumlah yang sama sampai 0 batang setiap hari atau dengan cara menunda menghisap rokok pertama 2 jam setiap hari dari hari sebelumnya misal merokok biasanya jam 07.00 WIB setiap bangun tidur diundur menjadi jam 09.00 WIB dan seterusnya. (siwi/epid)

Rabu, 10 Mei 2023

Apa Itu Eradikasi?


 

Eradikasi adalah upaya meniadakan suatu penyakit tertentu sampai level zero case atau tidak ada kasus sama sekali. Seperti eradikasi frambusia yang sedang diupayakan di Kabupaten Tegal dan bahkan Indonesia.

Kabupaten Tegal ditarget mencapai eradikasi frambusia pada tahun 2023 ini. Seluruh kabupaten/kota di Indonesia ditargetkan mencapai eradikasi frambusia pada tahun 2024. Dan Indonesia sebagai negara, ditarget mencapai eradikasi frambusia pada tahun 2025. (bjm/epid)

Sabtu, 06 Mei 2023

Kusta Tidak Mematikan, Namun Mengurangi Produktivitas

 

Mungkin salah satu sebab penyakit ini kurang populer adalah karena kusta tidak mematikan seperti penyakit TB, HIV, Covid, dan sebagainya. Paling mentok dampak yang ditimbulkan penyakit ini adalah cacat tingkat 2, kelainan bentuk jari tangan, jari kaki, kelopak mata yang mengakibatkan kurangnya kemandirian penderitanya.

Tidak ada orang meninggal karena kusta. Namun kecacatan kusta tidak hanya menjadikan penderitanya tidak bisa bekerja seperti layaknya orang normal. Konsekuensi sosial, stigma, sulit mendapat jodoh, sulit mendapat pekerjaan dan hak politik acap kali menjadi dampak yang sangat merugikan bagi penderitanya. (bjm/epid)

Rabu, 03 Mei 2023

Halal Bi Halal IAKMI-HAKLI: Insan Kesehatan Harus Berkolaborasi


Momen Syawal masih berlangsung, nuansa silaturahim dan saling memaafkan masih menjadi tema-tema pertemuan akhir-akhir ini. Tak terkecuali untuk organisasi IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) dan HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kabupaten Tegal yang mengadakan acara Halal bi Halal bersama, Rabu (3/5) di Joglo Selayu, sebuah resto di sekitar Alun-Alun Hanggawana Slawi. Dengan mengundang 117 anggotanya, sekitar 70% di antaranya hadir dalam kesempatan itu, termasuk para senior-senior HAKLI dan IAKMI. 

"Sebuah kebahagiaan masih bisa bertemu dengan mereka dalam keadaan sehat," ujar Joko Kurnianto, ketua IAKMI. 

Joko menyampaikan, "Pandemi Covid-19 membuktikan bahwa di saat semua manusia terancam, maka semua insan kesehatan adalah penting. Tidak ada organisasi profesi yang bisa merasa superior sendiri. Semuanya saling membutuhkan dan semuanya berperan penting. Demikian pula ahli kesehatan masyarakat yang terlibat dan tersebar di semua lini."

Joko mengajak semua untuk meluruskan niat bekerja profesional sebaik mungkin di manapun posisi pekerjaan anggota IAKMI dan terus menguatkan silaturahmi. 

Sementara Nuryadi, ketua HAKLI menegaskan pesan yang disampaikan ketua PP HAKLI pusat untuk bekerja dengan IKHLAS. Ikhlas di sini adalah Integritas, Komitmen, Hemat (Efektif Efisien), Loyalitas, Amanah dan Sinergi. Nuryadi mengajak teman-teman HAKLI untuk terus menguatkan kolaborasi dengan IAKMI dalam upaya promotif dan preventif demi kesehatan masyarakat. (bjm/epid)

Selasa, 02 Mei 2023

Waspada Cuaca Panas Tak Biasa, Berikut Tips Menghadapinya

 

    Akhir-akhir ini cuaca panas tak biasa melanda wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa suhu panas yang terjadi sekarang merupakan fenomena akibat adanya gerak semu matahari. Ini menjadi suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Potensi suhu udara panas seperti itu dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

     Indonesia merupakan negara tropis, suhu relatif konstan di angka 30-an derajat celcius.  Peningkatan panas yang terjadi di Indonesia berbeda dengan gelombang panas yang terjadi di wilayah Asia lainnya. Pada cuaca panas ini, masyarakat dihimbau untuk menyesuaikan aktivitas di luar rumah. Cuaca panas bisa menyebabkan tubuh mudah lelah, dehidrasi, bahkan heat stroke.

    Supaya terhindar dari dampak cuaca panas ketika sedang berada diluar rumah, berikut tips yang bisa dilakukan :

1.    Cegah dehidrasi dengan minum yang banyak, tidak perlu menunggu haus.

2.    Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis.

3.    Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung.

4.    Memakai baju berbahan ringan dan longgar.

5.    Hindari memakai baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas.

6.    Sebisa mungkin berteduh antara jam 11 pagi sampai jam 3 siang.

7.       Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir baik dengan jendela terbuka ataupun tertutup.

8.        Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju sebelum keluar rumah.

9.    Sediakan botol semprot air dingin di dalam kendaraan.

Waspada ketika terjadi gejala seperti berikut :

1.    Keringan berlebih

2.    Kulit terasa kering dan panas

3.    Rasa berdebar atau jantung berdetak lebih cepat

4.    Kram pada kaki maupun abdomen

5.    Mual, muntah, pusing

6.    Urin yang sedikit dan berwarna kuning pekat

           Jika muncul gejala tersebut, dinginkan tubuh dengan kain basah atau sponge basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta banyak minum air. Jika gejala masih muncul, segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan. (tika/promkes)